About PERDICI

Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

PERHIMPUNAN DOKTER INTENSIVE CARE INDONESIA (PERDICI)

MUKADIMAH

Hakikat ilmu intensive care (IC) adalah pemberian bantuan hidup jangka panjang (prolonged life support), yang pada dasarnya merupakan bagian dari ilmu anestesiologi (dan reanimasi) yang tidak lain adalah juga manajemen bantuan hidup (life support) disamping manajemen stress dan nyeri. Oleh karena itu sangat wajar bila dalam perkembangan ilmu anestesiologi yang awalnya menekankan pada bantuan hidup untuk pasien yang menjalani pembedahan di kamar bedah, berkembang menjadi bantuan hidup dalam arti lebih luas dan lebih dalam di intensive care unit (ICU). Materi-materi keilmuan intensive care dalam jumlah cukup, sejak awal telah merupakan bagian dari materi kurikulum pendidikan dokter spesialis anestesiologi.

Pada tingkat global, dokter spesialis anestesiologi sering memelopori pengembangan ICU baik dalam bidang pelayanan, pendidikan, maupun penelitian, demikian pula di Indonesia adalah para Dokter Spesialis Anestesiologi yaitu Prof. dr. M. Kelan, Prof. dr.Muhardi di Jakarta pada tahun 1971, Prof. dr. Karjadi Wirjoatmodjo di Surabaya pada tahun 1976, Prof. dr. Haditopo Tjokrohadikusumo di Semarang pada tahun 1976, TB. Zuchradi, SpAn dan dr. Demin Shen, SpBT di Bandung pada tahun 1976 yang merintis berdirinya ICU pertama di Indonesia.

Ilmu “Intensive Care Medicine” (ICM) dalam 10 tahun terakhir berkembang sedemikian cepatnya. Di berbagai negara maju (Eropa, Amerika, Australia) dan kemudian di negara-negara berkembang (Asia Pasifik/ASEAN), pendidikan dan praktek ICM sebagai suatu cabang ilmu yang bersifat multidisiplin mengalami perubahan-perubahan mendasar dan diramalkan akan berubah terus mengikuti standar internasional. Intensive Care Medicine di Indonesia telah dipelopori oleh dokter spesialis anestesiologi dan kemudian diperkuat dengan pengakuan Kongres Nasional (KONAS) IDSAI di Semarang pada tahun 1995, bahwa ICM diakui sebagai subspesialisasi multidisiplin sekaligus pengukuhan pendidikan dan sertifikasi terstruktur untuk konsultan “Intensive Care”.

Sadar akan tugas untuk mengamalkan ilmu ICM bagi kepentingan dan peningkatan taraf kesehatan masyarakan Indonesia, keberadaan dokter spesialis konsultan intensive care Indonesia sebagai tenaga professional merupakan suatu kebutuhan agar mampu bersaing di era globalisasi. Di pihak lain kedudukan pelayanan professional tenaga dokter spesialis intensive care belum memadai, sedangkan perkembangan disiplin ilmu lain yang berkaitan dengan ICM berlangsung dengan cepat. Oleh karena itu telah tercapai suatu kesepakatan untuk membentuk satu wadah organisasi.

Organisasi ini diharapkan dapat menampung aspirasi usaha-usaha untuk mengembangkan ICM dalam semua aspek bidang kegiatan: pelayanan, pendidikan, pengembangan, legal, etika profesi, dengan tetap berpegang teguh pada sumpah dokter dan Kode Etik Kedokteran Indonesia.

Maka dengan Rachmat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari Minggu tanggal 28 Februari 1999 di Jakarta telah berkumpul dokter-dokter (sebagai) berikut: Prof. dr. Muhardi Muhiman SpAn K, dr. Adji Suntoro, SpAn K, dr. Indro Mulyono, SpAn K, dr. Amir S. Madjid, SpAn K, dr. Sudarsono, SpAn K, dr. Iqbal Mustafa, FCCM, SpAn K, dr. Oloan E. Tampubolon, SpAn K, dan dr. Kristanto Sulistio, SpAn K, untuk membentuk “Perhimpunan Dokter Intensive Care Indonesia”. Prakarsa tersebut telah didukung oleh para dokter spesialis anestesiologi konsultan intensive care yang namanya tercantum dalam lampiran Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga perhimpunan ini.

Pada awalnya Pendidikan Dokter Konsultan Intensive Care masih bernaung dibawah Kolegium Anestesiologi dan Reanimasi Indonesia, dan dalam perkembangan selanjutnya menuju kearah program pendidikan Dokter Intensive Care yang mandiri.

Untuk mencapai cita-cita, maksud dan tujuan, telah disusun kebijakan, usaha, serta langkah-langkah organisasi yang terarah dan berpedoman pada Anggaran Dasar Perhimpunan Dokter Intensive Care Indonesia.

BAB I
NAMA dan KEDUDUKAN

Dalam hal keilmuan, kedokteran intensive care bersifat multidisiplin. Dokter Konsultan Intensive Care / Intensivist adalah dokter spesialis yang memiliki kompetensi (kemampuan profesi) dalam bidang kedokteran intensive care, dan telah mendapat pengakuan / sertifikasi.

Pasal 1
NAMA

1.1 Perhimpunan bernama PERHIMPUNAN DOKTER INTENSIVE CARE INDONESIA, dengan singkatan PERDICI.
1.2 Dalam hubungan internasional digunakan terjemahan INDONESIAN SOCIETY OF INTENSIVE CARE MEDICINE, dengan singkatan “ISICM”.

Pasal 2
KEDUDUKAN

Sekretariat Perhimpunan Dokter Intensive Care Indonesia berkedudukan di Jakarta.

BAB II
ASAS, VISI, MISI, DAN TUJUAN

Pasal 3
ASAS

PERDICI berasaskan Pancasila; berpedoman pada sumpah dokter serta Kode Etik Kedokteran Indonesia.

Pasal 4
VISI

Mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan dibidang ilmu Intensive Care Medicine di Indonesia, agar mampu bersaing di era globalisasi seiring dengan berkembangnya ilmu Intensive Care Medicine melalui pendidikan, penelitian dan pengembangan profesional.

Pasal 5
MISI

5.1 Meningkatkan dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan dalam bidang ilmu Intensive Care Medicine di Indonesia.
5.2 Memperjuangkan dan memelihara kepentingan serta kedudukan dokter Intensive Care di Indonesia sesuai dengan harkat dan martabat profesi kedokteran.
5.3 Berperan serta dalam mengembangkan pendidikan dan penelitian ilmu Intensive Care Medicine di Indonesia.
5.4 Memberikan rekomendasi dalam mengoptimalkan fasilitas-fasilitas ICU kepada pemerintah.

Pasal 6
TUJUAN

PERDICI mempunyai tujuan :
6.1 Memelihara, memupuk, meningkatkan, dan mengembangkan ilmu kedokteran intensive care untuk diamalkan demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
6.2 Meningkatkan kesejahteraan anggota PERDICI.

BAB III

Pasal 7
KEANGGOTAAN

7.1 Perhimpunan Dokter Intensive Care Indonesia beranggotakan:
7.1.1 Anggota biasa
7.1.2 Anggota muda
7.1.3 Anggota luar biasa
7.1.4 Anggota kehormatan
7.2 Ketentuan-ketentuan mengenai keanggotaan dijelaskan dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB IV
ORGANISASI DAN HAK SUARA

Pasal 8
ORGANISASI

8.1 PERDICI merupakan perhimpunan kedokteran seminat dalam bidang Intensive Care, merupakan wadah satu-satunya bagi Dokter Intensive Care di Indonesia, bernaung di bawah IDI.
8.2 PERDICI merupakan perhimpunan mandiri yang mempunyai hak otonom untuk bertindak atas namanya sendiri.
8.3 PERDICI mempunyai susunan perhimpunan sebagai berikut:
• Badan legislatif: Kongres
• Badan eksekutif: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris Jenderal, Bendahara
• Badan-badan lain akan dibentuk menurut kebutuhan.
• Badan Khusus: Badan Pembina Profesi Intensive Care Indonesia, disingkat “BPPICI”.
8.4 Yang disebut pengurus adalah segenap anggota Badan Eksekutif dan Ketua badan-badan yang dibentuk.
8.5 Pengurus Pusat adalah Badan Eksekutif.
8.6 Pengurus Cabang adalah Badan Eksekutif tingkat cabang, tata cara pendirian cabang diatur didalam Anggaran Rumah Tangga (ART).
8.7 Kekuasaan tertinggi organisasi berada pada Kongres

Pasal 9
HAK SUARA

9.1 Anggota biasa mempunyai hak suara.
9.2 Anggota-anggota lainnya tidak mempunyai hak suara.

BAB V

Pasal 10
KEUANGAN DAN KEKAYAAN

Kekayaan didapat dari:
10.1 Uang pangkal keanggotaan
10.2 Uang iuran keanggotaan
10.3 Hasil usaha-usaha lain yang sah dan tidak mengikat.

BAB VI

Pasal 11
ATRIBUT DAN LOGO

Atribut organisasi terdiri dari
11.1. Lambang / Logo
11.2. Kartu Anggota

BAB VII

Pasal 12
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan oleh Kongres dan disetujui paling sedikit setengah + 1 dari anggota PERDICI.

Pasal 13
PEMBUBARAN ORGANISASI PERDICI

13.1 Perhimpunan ini hanya dapat dibubarkan oleh rapat anggota yang diadakan khusus untuk hal tersebut dan dihadiri paling sedikit ⅔ (duapertiga) dari jumlah anggota biasa.
13.2 Segala harta benda perhimpunan, diserahkan kepada badan-badan atau perkumpulan yang ditentukan oleh rapat tersebut.

BAB VIII

Pasal 14
ATURAN TAMBAHAN

14.1 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar, dimuat dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar PERDICI.
14.2 Anggaran Rumah Tangga disusun dan diubah dalam rapat pengurus perhimpunan menurut suara terbanyak.
14.3 Perubahan/penambahan AD/ART diusulkan secara tertulis oleh anggota PERDICI kepada Pengurus PERDICI 3 bulan sebelum Kongres untuk ditetapkan oleh Kongres.

BAB IX

Pasal 15
PENUTUP

15.1 Pengurus Pusat memutuskan kebijakan segala perselisihan yang timbul dalam penafsiran Anggaran Dasar.
15.2 Mengenai hal-hal yang tidak diatur dalam Anggaran Dasar dan keputusan Kongres, Pengurus Pusat bertindak menurut kebijaksanaannya.
15.3 Terhadap keputusan mengenai hal tersebut diatas, dimintakan pengesahan pada kongres atau pada rapat lengkap anggota.
15.4 Dengan disyahkan Anggaran Dasar ini, maka Anggaran Dasar sebelumnya dinyatakan tidak berlaku.